Sapaan

بسم الله الرحمن الرحيم... As Salaam Alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh... Terima kasih sudah mengunjungi Blog saya, semoga Blog saya berguna dan bermanfaat untuk teman-teman semua...

Selasa, 10 Juli 2012



Cerita Motivasi dan kisah-kisah inspiratif lainnya merupakan bacaan yang sangat bermanfaat bagi kita. Dengan sering membaca biografi orang-orang sukses, Kata motivasi, kisah inspiratif maupun kata kata bijak bisa membuat kita menjadi orang yang pantang untuk mengucapkan dalil keputus asaan. Aku ingin Hidup, Kita akan hidup seribu tahun lagi, hehehe ^_^
Berikut akan saya bagikan bebarapa cerita motivasi dan kisah-kisah inspiratif yang mungkin saja bisa menggugah semangat hidup kita. Life is not a waiting room, Do anything! As soon As Possible.
Janganlah Memaksa
Seorang kakek sedang berjalan jalan sambil menggandeng cucunya di jalan pedesaan. Mereka menemukan seekor kura-kura. Anak itu mengambilnya lalu mengamat-amatinya. Kura kura itusegera menarik kepalanya dan kakinya masuk ke dalam tempurungnya. Si anak mencoba membukanya secara paksa.

"Cara demikian tidak akan pernah berhasil, Nak!" Kata Kakek. "Saya akan mencoba mengajarimu"

Mereka pulang. Sang kakek meletakkan kura kura di dekat perapian. Beberapa menit kemudian kura kura itu mengeluarkan kaki dan kepalanya sedikit demi sedikit. Ia mulai bergerak dan mulai mendekati si Anak.

"Janganlah mencoba memaksa melakukan segala sesuatu, Nak!" Nasihat Kakek, "berilah kehangatan dan keramahan, ia akan menanggapinya.
Hadiah
Bayangkan bila ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan anda lakukan? Tentu saja anda akan menghabiskan semua uang pinjaman itu kan?

Setiap orang sebenarnya memiliki bank seperti itu, bank itu adalah waktu. Setipa pagi dia akan memberi anda 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya kepada anda maka ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuat rekening baru untuk anda. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika anda tidak menggunakannya dengan baik maka kerugian akan menimpa anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Anda juga tidak bisa meminta "uang muka" untuk keesokan harinya. Anda harus hidup dengan simpanan hari ini. Untuk itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan anda.
Jam terus berdetak, gunakan waktu anda dengan sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, maka tanyakanlah pada murid yanggagal naik kelas.

Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakanlah pada ibu yang melahirkan bayi prematur.

Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakanlah pada editor majalah mingguan.

Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada teman yang menunggu untuk bertemu.

Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggaln pesawat terbang.

Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru terhindar dari kecelakaan.

Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, maka anda harus bertanya kepada peraih medali perak Olimpiade.
Cermin Positif
Mengkritik itu mudah, karena melihat kesalahan orang lain itu mudah. Namun kritik yang didasari untuk mencari cari kesalahan orang lain tak mungkin dapat mempermudah keadaan. Anda tidak perlu menghabiskan waktu anda untuk menilai apakah orang lain yang telah berbuat salah atau benar. Karena itu sangat MUDAH! Yang sulit itu mencari kesalahan diri sendiri. Waspadailah jika anda mudah sekali untuk mengkritik. Jangan jangan anda tidak bisa melihat kebenaran. Dan sebuta butanya seseorang ialah yang tidak bisa menangkap cahaya kebenaran.

Sekali anda gembira anda bisa menemukan sebutir debu kesalahan orang lain, andatergoda untuk mendapatkan yang sebesar krikil. Begitu seterusnya, hingga sampai andatidak sadar bahwa telah menciptakan segunung kesalahan orang lain.Orang tidak akan suka bercermin yang memantulkan kekurangan wajahnya. Maka dari itu jangan menjadi bayangan dari kesalahan orang lain. Bantulah mereka menemukan sisi positif dari dri mereka.Di saat itu pula orang lain akan memantulkan sisi baik anda sendiri.
Kuatnya Sebongkah Harapan
Dahulu, ada seorang pengusaha yang cukup berhasil di Kota ini. Ketika sang suami jatuh sakit, satu per satu pabrik mereka dijual. Harta mereka terkuras untuk berbagai macam biaya pengobatan. Hingga mereka harus pindah ke pinggiran kota dan membuka rumah makan sederhana. Sang suami pun telah tiada.

Beberapa tahun kemudian rumah makan sederhana itu harus berganti rupa menjadi warung makan yang lebih kecil di sebelah pasar. Setelah lama tak mendengar kabarnya, kini setiap malam ia ditemani anak serta menantunya menggelar tikar dan menjual lesehan di pinggir alun-alunkota. Cucunya sudah beberapa. Orang orang pun masih mengenal masa lalunya yang berkelimpahan. namun ia tak pernah kehilangan senyumnya untuk para pembeli. "Wahai ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?"

"Harapan, Nak! Jangan kehilangan
HARAPAN. Bukankah seorang guru dunia pernah berujar, karena harapanlah seorang ibu menyusui anaknya. Karena harapanlah kita menanam pohon meski kita tahu kita tidak akan memetik buahnya yang ranum di kemudian hari. Sekali kau kehilangan harapan, kau akan kehilangan seluruh kekuatanmu untuk menghadapi dunia.
Hanyalah sementara
Ada kalanya tiba masa-masa sulit, yang membuat hidup terasa penuh kepedihan dan keluh kesah. Namun, pada saatnya pula tibalah masa-masa kegembiraan, yang membuat hidup terasa ringan dan terang. Tanpa sadar bibir kita basah karena senyuman. sesungguhnya kesedihan, kegembiraan, kekecewaan, dan emosi yang lainnya hanyalah sementara. sebagaimana sesaatnya siang dan malam. Tak selamanya kesedihan dan kegembiraan melanda anda.Semua itu datang silih berganti tanpa bisa dinanti.

Yang perlu anda pahami ialah kesementaraan ini. Kesementaraan ini menunjukkan bahwa emosi bukanah milik anda. Ia hanyalah tawaran dari alam yang menuntun tindakan dan sikap anda.Ia bukanlah anda. Saat gembira sadarilah kegembiraan itu. Saat sedih pahamilah kesedihan itu. Saat anda penuh dengan kesadaran akan emosi anda, saat itu pula anda bersentuhan dengan jiwa yang tenang milik anda.

Semoga sedikit
bacaan inspiratif di atas bisa bermanfaat bagi anda ^_^


Sabtu, 07 Juli 2012


Keutamaan Ramadhan

Keutamaan bulan Ramadhan ini telah dideskripsikan sendiri oleh Nabi saw dalam khutbah baginda, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Huzaimah dalam kitab Shahih-nya. Dalam khutbahnya, baginda menegaskan, bahwa Ramadhan adalah bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (amal shalih) di dalamnya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu’). Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan satu kebaikan, maka nilainya sama dengan mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan lain. Siapa saja yang mengerjakan satu perbuatan wajib, maka nilainya sama dengan mengerjakan tujupuluh kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan juga bulan kesabaran, dan kesabaran itu balasannya surga. Ramadhan juga bulan tolong-menolong (ta’awun), di mana di dalamnya rezki seorang Mukmin akan bertambah. Siapa saja yang memberikan buka kepada orang yang berpuasa, maka itu akan menjadi maghfirah bagi dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka dan ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa itu.


Karena itu, meski bulan Ramadhan ini tidak termasuk asyhurul hurum (bulan haram), tetapi bulan ini memiliki keutamaan yang tiada duanya. Di bulan ini, Allah SWT telah menurunkan al-Qur’an, sebagaimana dituturkan Allah dalam surat al-Baqarah: 185. Ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. di Gua Hira’ adalah Iqra’, diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan 13 SH (sebelum Hijrah) atau bulan Juli 610 M. Karena itu, bulan ini juga disebut syahr al-Qur’an (bulan al-Qur’an).

Bulan ini juga dijadikan oleh Allah SWT sebagai bulan puasa, dimana ummat Islam diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh di bulan tersebut. Karena itu, bulan ini juga disebut syahru as-shiyam. Allah pun menetapkan puasa dan al-Qur’an sebagai pemberi syafaat pada Hari Kiamat (HR Ahmad, at-Thabrani dan al-Hakim). Tidak hanya itu, malaikat pun akan memintakan ampunan untuk orang yang berpuasa selama berpuasa hingga berbuka. Dan, Allah pun memberikan ampunan untuk mereka di akhir malam bulan Ramadhan.

Di bulan ini, Allah telah menjadikan salah satu malamnya, sebagai Lailatu al-Qadar, yaitu satu malam yang nilainya lebih baik dibanding seribu bulan (Q.s. al-Qadar [97]: 1-5), tentu jika digunakan untuk melakukan amal shalih, seperti shalat, membaca al-Qur’an, dzikir dan sebagainya. Maka, satu perbuatan baik yang dilakukan di malam itu nilainya masih lebih baik ketimbang perbuatan yang sama dilakukan selama seribu bulan. Itulah malam Lailatu al-Qadar, yang hanya ada di bulan Ramadhan.

Nabi menuturkan, “Jika memasuki bulan Ramadhan, maka semua pintu langit dibuka, dan pintu-pintu neraka Jahannam ditutup, sementara syaitan dibelenggu.” (HR al-Bukhari, Muslim, an-Nasai dan Ibn Hibban). Tidak hanya itu, pahala perbuatan baik di bulan Ramadhan juga dilipatgandakan oleh Allah. Melakukan satu amalan sunnah, pahalanya sama dengan amalan fardhu di bulan lain. Melakukan satu amalan fardhu, nilainya dilipatgandakan menjadi 70 kali di bulan lain. Karena itu, Nabi menggunakan bulan ini untuk melipatgandakan amal shalih. Dalam riwayat Ibn ‘Abbas, dituturkan, bahwa Nabi adalah orang paling dermawan, dan lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan, saat Jibril menemui baginda saw. untuk mengecek hapalan al-Qur’an baginda saw.

Wajar jika Nabi pun memerintahkan wanita kaum Anshar untuk pergi berumrah di bulan Ramadhan. Dituturkan dari Ibn ‘Abbas, Nabi pernah bersabda, “Jika tiba bulan Ramadhan, maka berumrahlan kamu, karena umrah di bulan itu sama pahalanya dengan haji.” Karena itu pula, para sahabat dan generasi kaum Muslim setelahnya menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai bulan jihad, selain karena perintah berjihad fi sabilillah itu diturunkan pada bulan Ramadhan, juga banyak sekali kemenangan yang ingin mereka raih di bulan suci ini, karena taqarrub mereka kepada Allah SWT.

Tercatatlah sejumlah peristiwa penting pada bulan Ramadhan. Tujuh belas bulan setelah Hijrah, Nabi mengirim detasemen Hamzah yang membawa bendera pertama yang diserahkan oleh baginda saw. Detasemen ini dikirim untuk menghadang rombongan kaum Quraisy yang datang dari Syam menuju ke Makkah. Perang Badar Kubra yang disebut dalam al-Qur’an sebagai Yaum al-Furqan (Hari Pembeda) meletus pada Hari Jum’at, 17 Ramadhan 2 H. Jumlah pasukan kaum Muslim saat itu hanya 313, terdiri dari 1 menunggang kuda, sisanya jalan kaki. Tercatat 14 di antara mereka sebagai syuhada’ Badr. Sementara pasukan kaum Kafir Quraisy berjumlah 1000 orang; 80 orang pasukan berkuda, sisanya jalan kaki; 70 orang gugur, 70 lainnya menjadi tawanan perang. Dalam peristiwa ini, pasukan kaum Muslim dibantu oleh 5000 malaikat (Q.s. Ali ‘Imran [03]: 125).

Di bulan suci ini pula, Rasulullah dan para sahabat berhasil menaklukkan kota Makkah, tepatnya pada bulan Ramadhan 8 H. Penaklukan kota Makkah ini juga disebut penaklukan agung (al-fath al-a’dham). Kaum Kafir Quraisy pun berbondong-bondong masuk Islam, termasuk Abu Sufyan dan para pemuka Kafir Quraisy. Pada saat itulah, turun perintah untuk menghancurkan berhala dari sekitar Ka’bah. Karena itu, bulan Ramadhan juga dikenal sebagai syahru al-jihad wa al-intishar (bulan Jihad dan Kemenangan).

Kiat-kiat Sukses Ramadhan

Inilah keutamaan bulan Ramadhan. Dengan mengetahui nilai dan keutamaan bulan Ramadhan ini, maka seorang Muslim yang sadar, tidak akan menyia-nyiakan sedikitpun kesempatan di bulan suci ini. Inilah kunci sukses meraih kemuliaan di bulan Ramadhan, yaitu mengerti nilai dan keutamaan bulan ini. Dengan begitu, dia tahu apa yang harus diraih. Sekedar contoh, jika 1 perbuatan wajib nilainya 70 kali perbuatan wajib di luar bulan Ramadhan, maka jika dikalkulasi dalam 1 hari ada 5 kali shalat dan 1 puasa, berarti 6 perbuatan wajib dikalikan 70, sama dengan 420. Dalam sehari saja, minimal seorang Muslim akan mendapatkan pahala setara dengan 420 perbuatan wajib di luar bulan Ramadhan. Jika nilai ini dikalikan 30 hari, maka dia akan mendapatkan 12.000 kali perbuatan wajib. Itu baru 6 kali perbuatan wajib, lalu bagaimana kalau dia berdakwah, yang nota bene hukumnya wajib? Pasti pahalanya lebih banyak lagi. Belum lagi kalau ditambah dengan perbuatan sunah.

Nah, kesadaran inilah yang harus dimiliki tiap Muslim, sehingga dia tidak akan menyia-nyiakan sedikitpun kesempatan emas di bulan suci ini. Lalu bagaimana kiat-kiat kita agar sukses meraih seluruh kemulian di bulan ini?

Pertama, selain menyadari kemuliaan bulan ini, dia harus menyadari bahwa sebagai manusia yang tidak bebas dari dosa (ma’shum), Ramadhan adalah kesempatan emas untuk meraih ampunan dan melipatgandakan amal shalih. Karena inilah bekal untuk menghadap Allah pada Hari Kiamat. Kesadaran ini harus tumbuh kokoh dalam diri kita, sebagai satu-satunya motivasi amal kita.

Kedua, untuk meraih semuanya tadi, setiap Muslim harus mempunyai program pribadi selama Ramadhan, antara lain:

1- Taubatan nashuha: Taubatan nashuha adalah taubat dengan melepaskan diri dari dosa, menyesalinya dan tidak mengulanginya kembali, diikuti dengan kesungguhan melakukan amal shalih yang dilandasi keimanan. Jika ada hak orang lain yang terkait dengan materi atau non-materi, maka harus segera dikembalikan, atau minta dihalalkan. Karena itu, taubat ini menjadi poin pertama, dan pondasi program-program berikutnya.

2- Menjaga pendengaran, lisan dan mata dari perkara yang diharamkan, baik di siang hari maupun di malam hari bulan Ramadhan.

3- Menjaga amalan-amalan sunah dan nafilah.

4- Menjaga shalat rawatib (5 waktu) berjamaah di masjid.

5- Berkeingan kuat untuk menjadi saksi adzan, iqamat, takbiratul ihram bersama imam, dan berdiri di baris terdepan.

6- Menjaga shalat Tarawih, shalat syaf’ (shalat 2-10 rakaat) sebelum witir, dan witir. Biasanya shalat Tarawih dilakukan 20 rakaat, atau 10 rakaat, kemudian dilanjutkan malam harinya dengan 2-10 rakaat, kemudian ditutup dengan witir 1 rakaat, atau 2-8 rakaat, kemudian witir 3 rakaat.

7- Menjaga qiyamullail.

8- Membaca minimal 1 juz tiap hari.

9- Menghapal sebagian ayat al-Qur’an tiap hari.

10- Menghapal satu hadits atau lebih tiap hari.

11- Silaturrahmi kepada kerabat.

12- Bergaul dengan kaum Muslim dan mengetahui keadaan mereka.

13- Dzikir dan mengingat Allah serta mensucikannya setiap waktu, disertai menjaga dzikir waktu Subuh dan petang.

14- Berinfaq suka rela dengan memberi makan satu atau lebih orang yang berpuasa tiap hari, meski hanya dengan satu buah kurma.

15- Mengutamakan bersedekah kepada fakir miskin atau orang yang membutuhkan setiap hari, meski dengan kadar yang paling minim sekalipun.

16- Menjaga shalat Dhuha setiap hari.

17- Melakukan shalat dua rakaat setelah berwudhu’.

18- Menghadiri majlis ilmu.

19- Mempelajari minimal satu bab fiqih setiap hari.

20- Membaca ringkasan Sirah Nabi dan Akidah.

21- Berusaha mendamaikan atau menyelesaikan urusan orang yang bermasalah.

22- Berdoa saat berbuka sebagaimana doa yang diajarkan Nabi.

23- Dermawan dan membantu orang lain..

24- Berdakwah kepada Allah, amar makruf dan nahi munkar..

25- Menolong kaum Muslim yang berjihad di manapun.

26- Menyegerakan buka, dan mengakhirkan sahur.

27- Berbakti kepada kedua orang tua, baik yang masih ada, maupun telah tiada.

28- Melakukan i’tikaf pada sepuluh terakhir di bulan Ramadhan.

29- Melaksanakan umrah, karena umrah di bulan Ramadhan sama sekali haji bersama Rasulullah saw.

30- Menjaga pelaksanaan shalat Idul Fitri bersama kaum Muslim.

31- Berpuasa 6 hari bulan Syawal, atau Ayyam al-Bidh.

Ketiga, meski telah dibuat program, namun dalam praktiknya, kadang-kadang program tersebut, karena satu dan lain hal, tidak berjalan sesuai dengan rencana. Untuk itu diperlukan langkah berikutnya, yaitu kesungguhan dalam menjalankan program-program yang telah dibuat. Jika sudah ada kesungguhan, tetapi masih tidak bisa berjalan karena ada prioritas pekerjaan lain, maka bisa dibuat substitusi, yaitu program pengganti, agar nilai yang ingin diraih melalui amal yang tidak bisa dijalankan tersebut bisa digantikan dengan yang lain.

Keempat, menjadikan malam hari, sebagai malam muhasabah (evaluasi) dan takhthith (perencanaan). Yang dievaluasi adalah apa yang telah dikerjakan dan diperoleh selama sehari, dan apa yang bisa dan harus diraihnya besok. Ini dilakukan setelah melaksanakan shalat syaf’i dan witir. Dengan begitu, dia akan menatap agenda harinya esok dengan mantap dan jelas, tanpa ragu. Untuk memudahkan evaluasi dan perencanaan, bisa dibuat daftar pengecekan yang berisi poin-poin aktivitas di atas.

Inilah beberapa kiat sukses untuk mendapatkan kemuliaan di bulan suci Ramadhan, agar tak satu pun kesempatan emas di dalamnya terbuang sia-sia.

Hukum-hukum Penting Seputar Ramadhan

Selain beberapa hukum seputar Ramadhan yang telah dijelaskan di atas, Imam al-Ghazali, dalam kitab Ihya’ Ulum ad-Din menjelaskan beberapa hukum penting seputar puasa Ramadhan:

1- Wajib: Dalam hal ini ada beberapa hukum yang harus dilaksanakan oleh seorang Muslim: (1) Memonitor datangnya awal Ramadhan dengan merukyat hilal. Ini hukumnya fardhu kifayah. Jika tidak menemukan hilal, maka hitungan bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari. (2) Niat berpuasa Ramadhan, dan tempatnya di dalam hati. (3) Mencegah masukkan apapun ke dalam salah satu lubang di dalam tubuh secara sengaja, baik telinga, hidung, kemaluan maupun dubur. (4) Menahan diri dari berhubungan badan (jimak). (5) Menahan diri dari mengeluarkan sperma secara sengaja, baik berciuman maupun onani. (6) Tidak muntah dengan sengaja. Karena sengaja muntah bisa membatalkan puasa.


2- Sunnah: Adapun perkara yang disunnahkan adalah: (1) Mengakhirkan sahur. (2) Menyegerakan buka puasa, baik dengan kurma, atau air sebelum shalat Maghrib. (3) Dermawan di bulan Ramadhan. (4) Mengkaji dan mendalami al-Qur’an. (5) I’tikaf di masjid, terutama pada hari sepuluh terakhir di bulan Ramadhan, karena ini merupakan kebiasaan Rasulullah saw. Ketika memasuki hari sepuluh terakhir, baginda saw. banyak meninggalkan tempat tidur, mengencangkan sarung, bersungguh-sungguh dan memotivasi keluarganya untuk bersungguh-sungguh beribadah, karena di sana ada malam Lailatu al-Qadar. Baginda pun tidak keluar meninggalkan iktikaf, kecuali untuk melayani kebutuhan orang.

3- Mubtilat as-Shaum: Beberapa perkara yang bisa membatalkan puasa: (1) Makan, minum dengan sengaja. (2) Jimak dan mengeluarkan sperma dengan sengaja. (3) Haid dan nifas. (4) Sengaja muntah. (5) Memasukkan sesuatu dengan sengaja ke dalam salah satu lubang tubuh (mulut, hidung, telinga, kemaluan dan dubur). (6) Transfusi darah bagi orang sakit yang membutuhkan darah. (7) Bekam dan donor darah, karena ada hadits yang menyatakan, “Berbuka orang yang membekam dan dibekam.” (8) Infus cairan dalam tubuh untuk asupan makanan.

4- Mubahat: Perkara yang dibolehkan: (1) Siwak dan gosok gigi. (2) Mencicipi makanan, selama tidak masuk ke tenggorokan. (3) Menggunakan celak mata. (4) Infus cairan bukan untuk asupan makanan. Ini diperbolehkan, setidaknya menurut Ibn Taimiyyah. (5) Memeriksa darah, dengan mengambil sample darah, karena yang diambil hanya setetes atau dua tetes darah. (6) Muntah dengan tidak sengaja.

5- Udzur: Adapun udzur yang membolehkan seseorang untuk membatalkan puasanya, bisa dipilah menjadi tiga: (1) Udzur yang mewajibkan berbuka dan haram berpuasa. Jika berpuasa, malah tidak sah. Misalnya, haid dan nifas bagi wanita. Kepadanya diwajibkan mengganti puasanya. (2) Udzur yang dibolehkan tidak berpuasa, bahkan adakalanya wajib. Menurut pendapat Jumhur ulama, dia tidak wajib mengganti puasa, tetap wajib memberi makan fakir miskin. Misalnya orang yang sudah tua renta yang tidak mampu berpuasa dan orang sakit parah yang tidak ada harapan sembuh. (3) Udzur yang membolehkan tidak berpuasa, boleh jadi dalam kondisi tertentu wajib tidak berpuasa dan wajib mengganti, atau boleh berpuasa dan tidak, dan jika tidak berpuasa, maka wajib mengganti. Misalnya seperti orang sakit dan bepergian.

Ini beberapa hukum penting seputar puasa Ramadhan yang telah digariskan oleh Islam.

KESALAHAN-KESALAHAN YANG SERING DILAKUKAN PADA BULAN SUCI RAMADHAN
Dalam setahun, ada satu bulan yang kedatangannya selalu kita nantikan, ia adalah bulan Ramadhan. Alhamdulillah, bulan yang sangat kita rindukan itu kini telah tiba. Pada bulan ini Allah mencurahkan kebaikanNya untuk segenap hamba-hambaNya yang beriman. Di bulan Ramadhan, kedermawanan Nabi shallallahu alaihi wasallam lebih deras dari hembusan angin. Para Sahabat dan As-Salafus Shalih terdahulu selalu berlomba-lomba menumpuk kebaikan dan amal ibadah di dalamnya. Namun saat ini, kondisi umat Islam sungguh memilukan, mayoritas mereka tak saja lemah untuk diajak ber-fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) di bulan penuh kemuliaan ini, tapi mereka selalu saja -hampir sepanjang tahun- tak siap

dengan amalan-amalan yang semestinya mereka lakukan secara benar. Karena itu, redaksi An-Nur berikut ini menyajikan tulisan tentang berbagai kesalahan yang sering dilakukan di bulan Ramadhan. Ditulis oleh seorang ulama yang memiliki perhatian khusus terhadap bulan Ramadhan, di antaranya beliau juga menulis buku "Risalah Ramadhan" (telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, cet. Darul Haq), beliau adalah Syaikh Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim Al-Jarullah.




Ramadhan adalah bulan penuh berkah, musim berbagai macam ibadah seperti puasa, shalat, membaca Al-Qur'an, bersede-kah, berbuat baik, dzikir, do'a, istighfar, memohon Surga, berlindung dari masuk Neraka serta macam-macam ibadah dan amal kebajikan lainnya.

Orang yang beruntung adalah yang menjaga setiap detik waktunya, baik di siang atau malam hari untuk berbagai amal perbuatan yang menjadikannya berbahagia serta lebih dekat kepada Allah, sesuai dengan yang diperintahkan, tanpa menambah atau mengurangi. Karena itu, setiap muslim wajib belajar tentang hukum-hukum puasa.

Sayangnya, tak sedikit orang yang melalaikan masalah ini, sehingga banyak terjerumus pada kesalahan-kesalahan. Di antara kesalahan-kesalahan yang jamak (umum) dilakukan orang berkaitan dengan bulan Ramadhan adalah:

1. Tidak mengetahui hukum-hukum puasa serta tidak menanyakannya.

Padahal Allah berfirman: "Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui." (An-Nahl:43).

Dan Rasulullah r bersabda: "Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, niscaya ia dipahamkan dalam urusan agamanya." ( Muttafaq Alaih).

2. Menyambut bulan suci Ramadhan dengan hura-hura dan bermain-main

Padahal yang seharusnya adalah menyambut bulan yang mulia tersebut dengan dzikir dan bersyukur kepada Allah, karena masih diberi kesempatan bertemu kembali dengan Ramadhan. Lalu hendaknya ia bertaubat dengan sungguh-sungguh, kembali kepada Allah serta melakukan muhasabatun nafs (perhitungan dosa-dosa pribadi), baik yang kecil maupun yang besar, sebelum datang hari Perhitungan dan Pembalasan atas setiap amal yang baik maupun yang buruk.

3. Ta'at hanya di bulan Ramadhan.

Sebagian orang, bila datang bulan Ramadhan mereka bertaubat, shalat dan puasa. Tetapi jika bulan Ramadhan telah berlalu mereka kembali lagi meninggalkan shalat dan melakukan berbagai perbuatan maksiat. Alangkah celaka golongan orang seperti ini, sebab mereka tidak mengetahui Allah kecuali di bulan Ramadhan. Tidakkah mereka mengetahui bahwa Tuhan bulan-bulan pada sepanjang tahun adalah Satu jua? Bahwa maksiat itu haram hukumnya di setiap waktu? Bahwa Allah mengetahui perbuatan mereka di setiap saat dan tempat?

Karena itu, hendaknya mereka bertaubat kepada Allah dengan taubat nashuha (sebenar-benar taubat), meninggalkan maksiat serta menyesali apa yang telah mereka lakukan di masa lalu, selanjutnya berkemauan kuat untuk tidak mengulanginya di kemudian hari. Dengan demikian insya Allah taubat mereka akan diterima, dan dosa-dosa mereka diampuni.

4. Beranggapan keliru.

Sebagian orang beranggapan bulan Ramadhan adalah kesempatan untuk tidur dan bermalas-malasan di siang hari, serta untuk begadang di malam hari. Lebih disayangkan lagi, mayoritas mereka begadang dalam hal-hal yang dimurkai Allah, berhura-hura, bermain yang sia-sia (seperti main kartu dsb.), menggunjing, adu domba dan sebagainya. Hal-hal semacam ini sangat berbahaya dan merugikan mereka sendiri.

Sesungguhnya hari-hari bulan Ramadhan merupakan saksi ta'atnya orang-orang yang ta'at dan saksi maksiatnya orang-orang yang ahli maksiat dan lupa diri.

5. Bersedih dengan datangnya bulan

Ramadhan..

Sebagian orang ada yang merasa sedih dengan datangnya bulan Ramadhan dan bersuka cita jika bulan Ramadhan berlalu. Sebab mereka beranggapan bulan Ramadhan akan menghalangi mereka melakukan kebiasaan maksiat dan menuruti syahwat. Mereka berpuasa sekedar ikut-ikutan dan toleransi. Karena itu mereka lebih mengutamakan bulan-bulan lain daripada bulan Ramadhan. Padahal ia adalah bulan penuh barakah, ampunan, rahmat dan pembebasan dari Neraka bagi setiap muslim yang melakukan kewajiban-kewajibannya dan meninggalkan setiap yang diharamkan atasnya, mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala yang dilarang.

6. Begadang untuk sesuatu yang tidak terpuji.

Banyak orang yang begadang pada malam-malam Ramadhan dengan melakukan sesuatu yang tidak terpuji, bermain-main, ngobrol, jalan-jalan atau duduk-duduk di jembatan atau trotoar jalan. Pada tengah malam mereka baru pulang dan langsung sahur kemudian tidur. Karena kelelahan, mereka tidak bisa bangun untuk shalat Shubuh berjamaah pada waktunya. Ada banyak kesalahan dan kerugian dari perbuatan semacam ini:

a. Begadang dengan sesuatu yang tidak bermanfaat. Padahal Nabi r membenci tidur sebelum Isya' dan bercengkerama (ngobrol) setelahnya kecuali dalam hal kebaikan. Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah r bersabda: "Tidak boleh bercengkerama kecuali bagi orang yang shalat atau bepergian." (As-Suyuthi berkata, hadits ini hasan).

b.Sia-sianya waktu mereka yang sangat berharga. Mereka sama sekali tidak memanfaat-kannya sedikitpun. Padahal masing-masing orang akan menyesali setiap waktu yang ia lalui tanpa diiringi dengan mengingat Allah di dalamnya.

Menyegerakan sahur sebelum waktu yang dianjurkan. Padahal Rasulullah r menganjurkan sahur pada akhir malam sebelum terbit fajar.

c. Musibah terbesar mereka adalah tidak dapat menunaikan shalat Shubuh berjamaah tepat pada waktunya. Betapa tidak, sebab pahala shalat Shubuh berjamaah menyamai shalat satu malam atau separuhnya. Hal ini sebagaimana disabdakan Nabi r :"Barangsiapa shalat Isya' berjamaah maka seakan-akan ia shalat separuh malam dan barangsiapa shalat Shubuh berjamaah maka seakan-akan ia shalat sepanjang (satu) malam." (HR. Muslim dari Utsman bin Affan radhiallahu anhu).

Orang yang meninggalkan shalat Shubuh secara berjamaah tersebut berkarakter sebagaimana orang-orang munafik, mereka tidak melakukan shalat kecuali dalam keadaan malas, mengakhirkan waktunya dan tidak berjamaah. Mereka mengharam-kan dirinya dari mendapatkan keutamaan serta pahala yang besar.

7. Hanya menjaga hal-hal lahiriah.

Banyak orang yang menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa secara lahiriah seperti makan, minum dan bersenggama dengan isteri, tetapi tidak menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa secara mak-nawiyah seperti menggunjing, adu domba, dusta, melaknat, mencaci, memandang wanita-wanita di jalanan, di toko, di pasar dan sebagainya.

Seyogyanya setiap muslim memperhatikan puasanya, menjauhkan diri dari hal-hal yang diharamkan dan membatalkan puasa. Sebab betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga belaka. Betapa banyak orang yang shalat, tetapi ia tidak mendapatkan kecuali begadang dan letih saja. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum."(HR. Al Bukhari).

8. Meninggalkan shalat taraweh.

Padahal telah dijanjikan bagi orang yang menjalankannya karena iman dan mengharap pahala dari Allah ampunan akan dosa-dosanya yang telah lalu. Orang yang meninggalkan shalat taraweh berarti meremehkan adanya pahala yang agung dan balasan yang besar ini.

Ironisnya, banyak umat Islam yang meninggal-kan shalat taraweh. Barangkali ada yang ikut shalat sebentar lalu tidak melanjutkannya hingga selesai. Atau rajin melakukannya pada awal-awal bulan Ramadhan dan malas ketika sudah akhir bulan. Alasan mereka, shalat taraweh hanyalah sunnah belaka.

Benar, tetapi ia adalah sunnah mu'akkadah (sangat dianjurkan) yang dilakukan oleh Rasulullah r , Khulafaur Rasyidin dan para Tabi'in yang mengikuti petunjuk mereka. Ia adalah salah satu bentuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, dan salah satu sebab bagi ampunan dan kecintaan Allah kepada hambaNya. Orang yang meninggalkannya berarti tidak mendapatkan bagian daripadanya sama sekali. Kita berlindung kepada Allah dari yang demikian. Dan bahkan mungkin orang yang melakukan shalat taraweh itu bertepatan dengan turunnya Lailatul Qadar, sehingga ia mendapatkan keberuntungan dg ampunan dan pahala yg amat besar.

9. Puasa tetapi tidak shalat.

Sebagian orang ada yang berpuasa, tetapi meninggalkan shalat atau hanya shalat ketika bulan Ramadhan saja. Orang semacam ini puasa dan sedekahnya tidak bermanfaat. Sebab shalat adalah tiang dan pilar utama agama Islam.

10. Bepergian agar punya alasan berbuka.

Sebagian orang melakukan perjalanan ke luar negeri pada bulan Ramadhan untuk tujuan yang baik, tetapi agar bisa berbuka puasa dengan alasan musafir.

Perjalanan semacam ini tidak dibenarkan dan ia tidak boleh berbuka karenanya. Sungguh tidak tersembunyi bagi Allah tipu daya orang-orang yang suka menipu. Sebagian besar orang yang melakukan hal tersebut adalah para tukang mabuk dan minum-minuman keras. Semoga Allah menjauhkan kita dari yang demikian itu.

11. Berbuka dengan sesuatu yang haram.

Seperti minuman yang memabukkan, rokok dan sejenisnya. Atau berbuka dengan sesuatu yang didapatkan dari yang haram. Orang yang makan atau minum dari sesuatu yang haram tak akan diterima amal perbuatannya dan tak mungkin pula do'anya dikabulkan.

12. Tergesa-gesa dalam shalat.

Sebagian imam-imam masjid dalam shalat tarawih amat tergesa-gesa dalam shalatnya. Mereka melakukan gerakan-gerakan dalam shalatnya dengan amat cepat, sehingga menghilangkan maksud shalat itu sendiri. Mereka dengan cepat membaca ayat-ayat suci Al- Qur'an, padahal semestinya ia membaca secara tartil. Mereka tidak thuma'ninah (tenang) ketika ruku', sujud, bangun dari ruku' dan ketika duduk antara dua sujud, ini adalah tidak boleh dan shalat menjadi tidak sempurna karenanya.

Seyogyanya setiap imam thuma'ninah ketika berdiri, duduk, ruku', sujud, bangun dari ruku' dan ketika duduk antara dua sujud.

Rasulullah r bersabda kepada orang yg tidak thuma'ninah dalam shalatnya, artinya:"Kembalilah, lalu shalatlah karenasesungguhnya engkau belum shalat." (Muttafaq Alaih).

Dan seburuk-buruk pencuri adalah orang yang mencuri shalatnya. Yakni ia tidak menyempurnakan ruku', sujud dan bacaan dalam shalatnya.

Shalat adalah timbangan, barangsiapa yang menyempurnakan timbangannya maka akan disempurnakan untuknya. Sebaliknya, barangsiapa curang maka Neraka Wail-lah bagi orang2 yang curang.

13. Memanjangkan doa' qunut,

berdo'a dengan do'a-do'a yang bukan dituntunkan oleh Nabi r, hal yang terkadang membuat bosan dan keengganan para makmum shalat bersamanya.

Sebenarnya, do'a yang dituntunkan Rasul r dalam qunut witir adalah ringan dan mudah.

Dari Hasan bin Ali radhiallahuanhuma , ia berkata: "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajariku beberapa kalimat yang aku ucapkan (sebagai do'a) dalam qunut witir yaitu:

"Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang Engkau beri petunjuk, berilah aku ampunan sebagaimana orang yang Engkau beri ampunan, uruslah aku sebagaimana orang yang Engkau urus, berilah berkah apa yang Engkau berikan kepadaku, jauhkanlah aku dari kejelekan qadha' (ketentuan)Mu, sesungguhnya Engkau yang menentukan qadha' dan tidak ada yang memberi qadha' kepadaMu, sesungguhnya orang yang Engkau tolong tidak akan terhina, dan orang yang Engkau musuhi tidak akan mulia, Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami dan Mahatinggi Engkau." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits ini hasan).

Dan tidak diketahui dari Nabi r do'a qunut yang lebih baik dari ini.

Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu bahwasanya Nabi r pada akhir shalat witir mengucapkan:

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan ridhaMu dari kemurkaanMu, dan dengan ampunanMu dari siksaMu dan aku berlindung kepadaMu daripada (murka dan siksa)Mu, aku tidak (bisa) menghitung (banyaknya) pujian atasMu sebagaimana pujianMu atas DiriMu Sendiri." (HR. Ahmad dan Ahlus Sunan).

14. Tidak memperhatikan sunnah.

Adalah sunnah setelah salam dari shalat witir mengucapkan:

"Maha Suci Tuhan Yang Maha Menguasai dan Mahasuci." sebanyak tiga kali. Ini berdasarkan hadits riwayat Abu Daud dan Nasa'i dengan sanad shahih. Tetapi, banyak orang yang tidak mengucapkannya. Untuk itu, para imam dan penceramah perlu mengingatkan jama'ahnya dalam masalah ini.

15. Mendahului imam.

Banyak didapati para makmum mendahului imam dalam shalat tarawih dan shalat-shalat lainnya, baik dalam memulai gerakan ketika ruku', sujud, berdiri atau duduk. Ini adalah tipu daya setan dan salah satu bentuk peremehan terhadap masalah shalat.

Ada empat kondisi antara makmum dengan imamnya dalam shalat jama'ah. Satu daripadanya dianjurkan dan tiga kondisi lainnya dilarang. Tiga kondisi yang dilarang itu adalah makmum mendahului imam, menyelisihi (terlambat daripada)nya dan menyamai (berbarengan dengan)nya. Adapun satu kondisi yang dianjurkan bagi makmum yaitu mengikuti imam. Dalam shalatnya, para makmum dianjurkan langsung mengikuti pekerjaan-pekerjaan shalat imamnya. Jadi, makmum tidak boleh mendahului gerakan-gerakan imam, juga tidak boleh membarengi atau terlambat daripadanya.

Orang yang mendahului gerakan imam, shalatnya adalah batal. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah r : "Tidakkah takut orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, Allah mengubah kepalanya menjadi kepala keledai atau mengubah rupanya menjadi rupa keledai?" (Muttafaq Alaih)

Hal ini disebabkan oleh shalatnya yang jelek sehingga ia tidak mendapatkan pahala daripadanya. Seandainya dia dianggap telah shalat tentu ia diharapkan mendapatkan pahala. Dan tak diragukan lagi, pengubahan Allah kepalanya menjadi kepala keledai adalah salah satu bentuk siksaanNya.

16. Makmum membaca mushaf.

Sebagian makmum ada yg membawa mushaf AlQur'an ketika shalat tarawih, mereka mengikuti bacaan imam dengan melihat mushaf Al-Qur'an. Pekerjaan ini adalah tidak disyari'atkan dan juga tidak didapatkan dalam amalan para salaf. Ia tidak boleh dilakukan kecuali bagi orang yg ingin membetulkan imam jika salah.

Yang diperintahkan kepada makmum adalah mendengarkan bacaan imam dengan diam. Hal ini berdasarkan firman Allah, artinya: "Dan apabila dibacakan Al-Qur'an maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."( Al A'raf: 204).

Imam Ahmad berkata: "Banyak orang sepakat bahwa ayat ini maksudnya adalah ketika dalam keadaan shalat". Lalu, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin juga telah mengingatkan dalam"At- Tanbiihat 'Alal Mukhaalafati Fis Shalah", beliau berkata: "Sesungguhnya pekerjaan ini (makmum membaca mushaf Al-Qur'an ketika shalat) menjadikan makmum tidak khusyu' dan tadabbur dalam shalatnya, karena itu ia termasuk pekerjaan sia-sia."

17. Mengeraskan do'a qunut.

Sebagian imam masjid mengeraskan suaranya ketika do'a qunut lebih dari yang seharusnya. Padahal tidak diperkenankan mengeraskan suara kecuali sebatas agar bisa didengar oleh makmum, dan sesungguhnya Allah berfirman, artinya: "Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Al- A'raaf : 55).

Ketika para sahabat mengeraskan suara saat bertakbir, seketika Nabi r melarang mereka dari yang demikian, seraya bersabda: "Rendahkanlah suaramu. Sesungguhnya kamu tidak berdo'a kepada Dzat yang tuli, tidak pula ghaib."(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

18. Memendekkan bacaan shalat.

Sebagian besar imam-imam masjid dalam shalat-shalat yang disyari'atkan tidak memanjangkan bacaan seperti ketika shalat tarawih dan shalat kusuf (gerhana), mereka tidak memanjangkan bacaan bahkan sebagiannya melakukan ruku', sujud, bangun dari ruku' dan duduk antara dua sujud dengan sangat cepat.

Shalat yang disyari'atkan adalah shalat yang sesuai dengan teladan dan petunjuk Nabi shallallahu alaihi wasallam. Adapun ukuran ruku' dan sujud Rasulullah r adalah tak jauh berbeda dengan saat beliau berdiri. Dan bila beliau r mengangkat kepalanya dari ruku', beliau diam berdiri (lama) sehingga seorang sahabat berkata beliau telah lupa. Dan jika beliau mengangkat kepalanya dari sujud beliau duduk lama sehingga ada sahabat yang berkata Rasulullah r telah lupa. Al-Bara' bin Azib radhiallahu anhu berkata: "Aku shalat bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam maka aku dapati berdirinya, ruku'nya, sujudnya dan duduknya antara dua sujud hampir sama (antara semuanya). Dalam riwayat lain disebutkan: "Tidaklah (beliau) berdiri kecuali hampir sama dengan duduknya."

Maksudnya, bila Nabi r memanjangkan berdirinya, maka beliau juga memanjangkan ruku', sujud dan duduk antara dua sujud. Sebaliknya, jika beliau meringankan berdirinya (tidak terlalu lama) maka beliau juga meringankan ruku', sujud dan duduk antara dua sujud.

Akhirnya, semoga uraian ini menjadi bahan renungan kita bersama di bulan yang mulia dan suci ini, sekaligus bisa menghantarkan kita mengarungi kehidupan di bulan Ramadhan baik dalam ibadah maupun kehidupan sehari-hari sebagaimana yang dituntunkan Nabi r .

Mudah-mudahan Allah meneguhkan iman Islam kita, mengampuni kita, orang tua kita dan segenap kaum muslimin. Amin.... ( Ainul Haris )

Kata-kata Mutiara Untuk Bulan Suci Ramadhan


Kata-Kata Manis Untuk Bulan RamadhanMarhaban yang ramadhan..kata untuk menyambut bulan ramadhan,bulan suci kembali tiba..saat tepat menyucikan diri dari segala dosa..mohon maaf kalau kalau banyak salah baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Akan lebih afdol kalau kita ucapkan dengan kata-kata yang indah untuk keluarga, sahabat dan teman kita semua. Sehinga Bulan Ramadhan tahun ini akan lebih bermakna, jangan biarkan bulan yang penuh barokah ini tidak bermakna karena kita tidak saling memaafkan. Kata dan ucapan untuk bulan ramadhan
Berikut adalah kata-kata yang indah, yang saya berikan kepada teman-teman semua...:)

*            2 hari lagi nafas ini menjadi tasbih…
2 hari lagi tidur ini menjadi doa…
2 hari lagi doa-doa ini di-ijabah…
2 hari lagi pahala ini dilipatgandakan…
Tapi itu semua takkan terjadi sebelum kita semua saling memaafkan
Marhaban ya syahra Ramadhan
Mohon Maaf Lahir & Bathin

*            Selamat Datang di Pesawat RAMADHAN AIR, dengan penerbangan No. 1433 H dengan tujuan IEDUL FITRI. Kita akan terbang dalam waktu 30 Hari di atas permukaan HAUS & LAPAR. Kenakan sabuk PUASA, tegakkan sandaran SHOLAT dan buka jendela AMAL. Pesawat ini dilengkapi 3 pintu darurat, 1 pintu MAGHFIRAH berada di depan, 2 pintu AMPUNAN berada di tengah dan pintu ke-3 ITKUM MINANNAR berada di belakang. Demi alasan keselamatan harap anda tidak mengaktifkan HP (Hubungan Propaganda) dan segala rasa iri di dalamnya. Penerbangan ini bebas asap PERSELISIHAN.Selamat menikmati penerbangan dengan suka cita. Mohon maaf lahir dan batin.

*            Aku tahu wajahku yang imut kadang bikin ga mood.
Bibirku yang indah kadang berucap salah.
Senyumku yang manis kadang berbuah sinis.
Maka dari itu maafkan semua sifat dan ucapan serta perilaku yang menurut kalian salah.

*            Kembang anggrek sungguhlah indah.
Tiada berduri secantik melati.
Harum ramadhan tercium sudah.
Siapkan diri bersihkan hati.

*            Ada gaban naik sedan
Marhaban Ya Ramadhan.

*            Pendhak dino umur sudo sedino, pati iku ora enom ora tuwo, ora kroso sasi poso kurang rong dino, podho elingo yen bakale kudu lungo, mulo podho tindakno prentahe agomo, ojo mung ngoyak donyo, ing sasi poso podho sedhekaho, ben mbesuk mlebu suwargo. Yen wis neng suwargo ojo lali hape ne di gowo, kareben biso sms-an karo kanca kanca. Wilujeng nglampahi ibadah ing wulan poso, ketupat janure dowo, sedoyo lepat nyuwun pangapuro. Matur nuwun.

*            Bila dalam kata perbuatan tergores salah & khilaf, dengan segala kerendahan hati terucap mohon maaf setulus-tulusnya. Selamat menunaikan ibadah puasa 1433 H.

*            Ya Allah, muliakan dan sayangilah saudaraku ini, bahagiakan keluarganya, berkahi rizkinya, kuatkan imannya. Berikanlah kenikmatan ibadahnya, jauhkan dari segala fitnah. Amiin. “AHLAN WASAHLAN YA RAMADHAN 1433 H. Mohon maaf lahir dan batin.

*            Selembut embun di pagi hari, tengadah tangan sepuluh jari, ucapkan salam setulus hati, selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan, mohon maaf lahir bathin.

*            Marhaban ya Ramadhan.
Pucuk selasih bertunas menjulang
Dahannya patah tolong betulkan
Puasa Ramadhan kembali menjelang
Salah dan khilaf mohon dimaafkan.
Selamat Menunaikan Ibadah puasa.

*            Hari berlalu begitu cepat, segudang aktivitas telah menguras tenaga dan pikiran kita, hingga tanpa terasa hanya dalam hitungan berapa puluh jam lagi kita akan songsong fajar suci ramadhan yang akan mencuci lahir dan batin kita selama 1 tahun. Tapi sebelumnya dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf lahir dan batin, sebelum akhirnya kita akan berserah diri pada Allah SWT. Amin.

*            Buka hati dapat CINTA.
Buka fikiran dapat ILMU.
Buka mata cari RIZKI.
Buka handphone 1 pesan diterima: “selamat menjalankan ibadah puasa, wish Allah give U the Best lives. I Pray. Mohon dimaafin segala kesalahan ya.

*            Sebelum lidah keluh, sebelum hati kembali membeku, sebelum jempol kaku dan sulit hanya untuk sekedar minta maaf lewat sms, dan sebelum semua operator sibuk. Mohon maaf atas semua khilaf yang kulakuin. Maafin yaks!

*            Marhaban ya ramadhan. Bulan suci kembali tiba. Saat tepat menyucikan diri dari segala dosa. Tanpa basa-basi, mohon dimaafkan segala kesalahan.

*            Pergilah keluh, kutak mau berteman dengamu. Silahkan kesah, kau bukan takdirku. Mujahadah adalah temanku, dakwah adalah nafasku, dan Allah adalah kasihku. Maafkan segala kesalahan.

*            Mengingat Kata yang Salah, Hati yang Berprasangka, janji yang terlupakan, Sikap dan Sifat yang menyakitkan, di hari ini ijinkanlah ku juga mengucapkan mohon maaf LAHIR DAN BATHIN.

*            Pelanggan yang terhormat. Selamat menunaikan ibadah puasa 1433 H. Mohon maaf lahir dan batin.

*            Sebelum HCl jadi basa, NaOH jadi asam, NaCl jadi manis dan glukosa jadi asin, hati selalu tertengadah mengharap titrasi maaf dari buret hatimu. Marhaban Ya Ramadhan.

*            Anak melayu mengail ikan.
Perahu berlabuh di tengah lautan.
Sambil menunggu datangnya ramadhan.
Jari ku susun mohon ampunan.
Selamat menyambut bulan suci ramadhan bagi semua umat muslim.

*            Mungkin hari-hari yang lewat telah menyisakan sebersit kenangan yang tak terlupa. Ada salah, ada khilaf, ada dosa yang mengikuti perjalanan hari-hari itu.
Agar tak ada sesal, tak ada dendam, tak ada penyesalan… mari kita sama-sama sucikan hati, diri dan jiwa kita. Marhaban Yaa Ramadhan.

*            Jika hati ini seringkali jengkel, jadikan ia jernih sejernih XL.
Jika hati ini seringkali iri, jadikan ia cerah secerah MENTARI.
Jika hati ini seringkali dendam, jadikan ia penuh kemesraan FREN.
Jika hati ini seringkali dengki, jadikan ia penuh SIMPATI.
Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Ya Ramadhan.
Bebaskan Diri dari ROAMING dosa, Raihlah HOKI, Raihlah JEMPOL dari Ilahi.

*            Semoga di bulan Ramadhan ini kita bisa beningkan hati seperti XL,
Dapat berpikir luas seperti SIMPATI,
Memberi maaf secara cuma-cuma seperti AS,
Memberi banyak kesempatan seperti IM3,
Murah senyum seperti JEMPOL,
Dan yang paling penting kita dapat berpikir cerah seperti MENTARI.
Sebelum cahaya Illahi dipadamkan, sebelum langit runtuh, sebelum pintu taubat ditutup, sebelum malaikat menjemput, sebelum ramadhan tiba, maaf kalau ada perkataan yang menyinggung sampai telinga panas seperti ESIA.

*            Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami,
Harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang sms ini.
Sebelum cahaya padam, Sebelum hidup berakhir,
Sebelum pintu tobat tertutup, Sebelum Ramadhan datang,
Saya mohon maaf lahir dan bathin…

*            Jika semua HARTA adalah RACUN maka ZAKAT-lah penawarnya,
Jika seluruh UMUR adalah DOSA maka TAQWA & TOBAT-lah obatnya,
Jika seluruh BULAN adalah NODA maka RAMADHAN-lah pemutihnya.
MOHON MAAF LAHIR & BATHIN. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA.

*            Bila hati saling terpaut, rasa cinta terjalin indah
Bila salah & Khilaf telah terjadi, maka Mohon Maaf Lahir & Batin atas kesalahan.
“Marhaban Ya Ramadhan”
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.
Semoga kita selalu diberkahi dibulan yang penuh maghfirah.

*            Jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung, jika hati seindah bulan hiasi dengan senyuman… marhaban ya ramadhan… selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan bathin

*            Selembut embun di pagi hari, tengadah tangan sepuluh jari, ucapkan salam setulus hati, selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan, mohon maaf lahir bathin.

*            Gersang bumi tanpa hujan, gersang akal tanpa ilmu, gersang hati tanpa iman, gersang jiwa tanpa amal.
marhaban ya ramadhan…
selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan bathin.

*            Ya Allah…
Perkayalah Saudaraku ini dengan keilmuan, Hiasi hatinya dengan kesabaran, Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan, Perindalah fisiknya dengan kesehatan, Serta terimalah amal ibadahnya dengan kelipat gandaan.
Karena hanya Engkau Dzat penguasa sekalian alam.
Marhaban Ya Ramadhan… Mohon maaf lahir dan bathin…

*            Seiring terbenam mentari di akhir Sya’ban,
Tibalah kini bulan Ramadhan,
Pesan ini sebagai ganti jabat tangan,
Untuk mohonkan maaf dan kekhilafan.
MARHABAN YA RAMADHAN.

*            Gelap malamMU ku terjaga, karenaMU ku bergerak melangkah menuju mentariMU, kusambut pemberianMU, dengan harapan kudapat keridhoanMU…
Selamat menunaikan Ibadah Puasa…

*            Matahari berdzikir, angin bertasbih dan pepohonan memuji keagungan-Mu. Semua menyambut datangnya malam Seribu Bulan.
Selamat datang Ramadhan, Selamat beribadah puasa. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

*            Hidup ini hanya sebentar
bentar marah, bentar ketawa, bentar berduit, bentar bokek, bentar senang, bentar susah.
ooo ye, bentar lagi bulan puasa…
met ramadhan, mohon maaf lahir bathin.

*            Tiada kemenangan tanpa zikrullah
tiada amal tanpa keikhlasan
tiada ampunan tanpa maaf dari sesama
marhaban ya ramadhan.

*            Fajar ramadhan segera menghampiri dunia, selembar sutra menghapus noda, sebening embun penyejuk kalbu, sucikan hati bersihkan jiwa di bulan yang suci. Selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H, semoga amal kita diterima disisi Alllah SWT. Amiiin…

*            Marhaban ya Ramadhan,
semoga bulan ini penuh BBM (Bulan Barokah dan Maghfirah)
mari kita PREMIUM (Pre Makan dan Minum)
serta SOLAR (Sholat Lebih Rajin ), dan
MINYAK TANAH (Meningkatkan Iman dan Banyak Tahan Nafsu Amarah)
serta PERTAMAX (Perangi Tabiat Maksiat)
Mohon Maaf Lahir dan Bathin

*            Tiada kata yang dapat terucap, hati merasa malu, dalam kalbu kuhanya bisa menjerit Tuhan, batin menangis, betapapun dosa itu kuyakin Kau maha pengampun.
saat aku sedih, hanya padaMu-lah aku cerita. saat aku marasa sendiri, aku yakin Kaupun bersamaku.
Tuhan, aku rela saat ini jika harus menghadapMu, jika ITU LEBIH BAIK.
RidhoMu-lah yang senantiasa kuharap. Maafkan aku, Tuhan. Maafkan aku, wahai smua hamba Allah yang ada di alam fana ini.

*            marhaban ya ramadhan…
termenung ku sejenak
mengingat akan kesalahanku yang lampau
andai kalian semua ada di sini sobat
maafku terucap dari hati yang paling dalam.
maafin ya… semua kesalahanku

*            Perkataan yang indah adalah “ALLAH”
Lagu yang merdu adalah “ADZAN”
Media yang terbaik adalah “AL QUR’AN”
Senam yang sehat adalah “SHALAT”
Diet yang sempurna adalah “PUASA”
Kebersihan yang menyegarkan adalah “WUDHU”
Perjalanan yang indah adalah “HAJI”
Khayalan yang baik adalah ingat akan “DOSA & TAUBAT”
Mudah-mudahan bulan yang suci ini bisa membawa iman dan takwa, Amien.

*            Let’s join us for ‘RAMADHAN SALE’
Diskon penghapus dosa besar-besaran s/d 100% untuk semua jenis dosa.
Tingkatkan ibadah wajib, sunnah, perbanyak istighfar & shadaqah.
Lebih heboh lagi, ikuti DOOR PRIZE lailatul qadar.
Selamat berpuasa, maaf lahir batin.

*            Nafaspun menjadi tasbih, tidurpun menjadi ibadah, amal diterima & doa-doa diijabah bagi orang yang shaum & rajin membaca Kitab-Nya di bulan ramadhan.
Marhaban ya Ramadhan, maaf lahir dan bathin, selamat menjalankan ibadah PUASA.

*            Ke kota jakarta hari selasa
Pulang pergi naik kreta
Sehari lagi kita puasa
Mohon maaf kalo ada salah kata
Marhaban Ya Ramadhan

*            Mari mendownload pahala sebanyak-banyaknya, mumpung Allah SWT menyediakan access Speedy di bulan yang suci, open port maaf, di gateway ramadhan, marhaban ya ramadhan.

*            welcome to ramadhan great sale!
jangan lewatkan:
- obral pahala besar-besaran
- discon dosa sampai dengan 99%
- plus doorprize laylatul qodar
just 30 day!
Buruaannnnn….
jangan sampai ketinggalan!!!!
forgive prendz…

*            Jalan-jalan di kota Semarang, beli jajan rasa udang
Jaga hati jangan sampai garang, apa lagi pacaran di jalan.

*            Elu memang sobat gue yang terbaik
Sampai terkadang gak terasa seenaknya
Gue ngatain loe n ngejekin loe semaunya
Maafin gue bukan maksud ngerendahin
justru karena loe adalah seperti bagian dari gue
Met puasa ya!!

*            Bila ada langkah membekas lara
bila ada kata merangkai dusta
bila ada tingkah menoreh luka
pada kesempatan ini saya mohonkan maaf lahir dan bathin.
Selamat Melaksanakan Ibadah Puasa pada bulan Ramadhan.

*            Ada raksasa beli pulsa,
Ga kerasa dah mw puasa.
Burung kaka tua nemplok di jendela,
Jangan lupa perbanyak pahala.
Ada pepaya dimakan jerapah,
Maafin aku ya kalo punya salah…