SISTEM
TELEKOMUNIKASI
MODULASI
DELTA
D
I
S
U
S
U
N
Oleh
:
Fitra
Ramadan (1005062068)
Anggun
Rahmadani (1005062054)
Fitria Sitorus (1105063306)
Tifani
Rizki (1105063319)
Nirma
Munthe (1005062084)
Kelas
/ Group : TK-4D/ I
(Satu)
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
2011/2012
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur
penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya,
penulis dapat menyelesaikan Makalah yang berjudul “MODULASI DELTA”.
Makalah
ini disusun untuk melengkapi persyaratan dalam menyelesaikan tugas Mata Kuliah
Sistem Telekomunikasi-2 pada pendidikan program D III Politeknik Negeri Medan.
Dalam
penulisan Makalah ini, penulis banyak mendapat bimbingan dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, melalui Makalah ini pula penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Ibu Amel.A.ST,MT selaku dosen Mata Kuliah Sistem Telekomunikasi-2 yang
telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan arahan dalam
penyelesaian makalah ini.
2. Kepada
seluruh anggota
keluarga penulis yang telah memberikan doa dan semangat kepada penulis dalam
penyusunan makalah ini.
3. Kepada
rekan-rekan TK-4D yang turut membantu serta memberikan ide/saran yang sangat
berguna dalam penyusunan makalah ini.
Penulis
menyadari sepenuhnya bahwa isi maupun susunan Makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena keterbatasan pengalaman dan ilmu yang ada pada penulis.
Karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan makalah
ini.
Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah banyak memberikan dukungan dan bantuan kepada Kelompok I. Semoga
ilmu yang diperoleh dapat berguna bagi Kelompok I dan khususnya bagi mahasiswa
TK-4D. Amin.
Penulis
Kelompok I
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN...................................................................... 1
1.1 Latar Belakang..................................................................................................... 1
1.2 Permasalahan Masalah.......................................................................................... 2
1.3 Tujuan................................................................................................................... 2
1.1 Latar Belakang..................................................................................................... 1
1.2 Permasalahan Masalah.......................................................................................... 2
1.3 Tujuan................................................................................................................... 2
BAB II DASAR TEORI......................................................................... 3
2.1 Sejarah Modulasi Delta........................................................................................ 3
2.2 Pengertian Modulasi Delta................................................................................... 3
2.3 Prinsip Kerja Modulasi Delta............................................................................... 4
2.1 Sejarah Modulasi Delta........................................................................................ 3
2.2 Pengertian Modulasi Delta................................................................................... 3
2.3 Prinsip Kerja Modulasi Delta............................................................................... 4
BAB III PEMBAHASAN...................................................................... 6
3.1 Desain Sistem....................................................................................................... 6
3.1.1 Bagian Pemancar.......................................................................................... 6
3.1.2 Bagian Penerima........................................................................................... 7
3.2 Aplikasi Modulasi Delta....................................................................................... 8
3.3 Kelebihan dan Kekurangan dari Modulasi Delta................................................. 9
3.1 Desain Sistem....................................................................................................... 6
3.1.1 Bagian Pemancar.......................................................................................... 6
3.1.2 Bagian Penerima........................................................................................... 7
3.2 Aplikasi Modulasi Delta....................................................................................... 8
3.3 Kelebihan dan Kekurangan dari Modulasi Delta................................................. 9
BAB IV PENUTUP............................................................................... 10
4.1 Kesimpulan........................................................................................................... 10
4.2 Saran..................................................................................................................... 11
4.1 Kesimpulan........................................................................................................... 10
4.2 Saran..................................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................ iii
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
. Latar
Belakang
Komunikasi
adalah hal yang harus dan sangat diperlukan oleh seluruh mahluk hidup. Dalam
komunikasi tersebut ada unsur-unsur yang sangat diperlukan dalam komunikasi.
Unsur-unsur tersebut adalah :
·
Informasi : sumber
informasi harus jelas, apa yang ingin disampaikan, dan bahasa harus mudah dan
dapat dimengerti bagi yang menerima informasi tersebut .
·
Pengirim : orang yang
mengirim informasi tersebut harus jelas, pengalamatan informasi dan lain
sebagainya.
·
Media yang digunakan :
tempat atau alat yang dipergunakan dalam berkomunikasi harus mampu dan layak dalam menyampaikan
komunikasi tersebut.
·
Penerima : orang atau
alamat yang dituju dalam berkomunikasi harus jelas.
·
Efek atau dampak dari
informasi yang disampaikan.
Dalam teknik
telekomunikasi, komunikasi dibagi menjadi dua yaitu komunikasi analog dan
komunikasi digital. Dalam komunkasi digital digunakan converter digital to
analog disisi pemancar, dan disisi penerima digunakan converter analog to
digtal. Sebaliknya pada komunikasi analog digunakan converter analog to digital
pada sisi pemancar dan pada sisi penerima digunakan converter digital to
analog.
Dua teknik terpenting untuk proses
konversi-analog-ke-digital adalah modulasi kode pulsa (pulse code modulation,
PCM) dan modulasi delta (DM).
1
1.2
. Perumusan
Masalah
1. Pengertian
modulasi delta.
2. Proses
modulasi delta serta cara kerja rangkaiannya.
3. Penjelasan
masing-masing dari diagram blok.
4. Prinsip
kerja modulasi delta sesuai diagram blok.
1.3
. Tujuan
1. Agar
kita mengetahui pengertian dari modulasi delta.
2. Agar
kita mengetahui proses modulasi delta serta cara kerja rangkaiannya.
3. Agar
kita mengetahui penjelasan dari masing-masing dari diagram blok.
4. Agar
kita mengetahui prinsip kerja modulasi delta sesuai diagram blok.
2
BAB II
DASAR TEORI
2.1. SEJARAH MODULASI DELTA
Modulasi Delta
dikembangkan mulai tahun 1940 untuk aplikasi
voice telephony. Modulasi delta merupakan sebuah teknik modulasi dimana
suatu sinyal analog dapat dikodekan dalam digit (bit) kembar. Karena itu modulasi delta merupakan salah
satu sistem berbasis Pulse Code Modulation (PCM). Dibandingkan sistem berdasar
PCM yang lain modulasi delta memiliki kelebihan yaitu sirkuit elektronik yang
dibutuhkan bagi modulasi pada bagian pengirim dan khususnya lagi pada bagian
penerima lebih sederhana daripada perangkat keras yang dibutuhkan untuk sistem
berbasis PCM yang lain.
2.2. PENGERTIAN MODULASI DELTA
Modulasi
Delta adalah suatu teknik konversi sinyal analog to digital dan digital to
analog yang digunakan untuk transmisi informasi suara. Modulasi Delta merupakan
sebuah teknik modulasi sinyal input analog didekati melalui fungsi tangga yang
bergerak naik turun dengan satu level kuantisasi pada setiap interval sampling.
Bentuk fungsi tangga berhimpit mendekati bentuk gelombang sinyal informasi.
Modulasi Delta pada dasarnya tersusun atas beberapa blok rangkaian, yaitu
differential amplifier, komparator, clock and pulse generator, integrator dan
low pass filter. Semua rangkaian tersebut tersusun sedemikian rupa sehingga
dapat menghasilkan modulasi delta dengan baik.
Dalam modulasi
delta, data yang dikirimkan dikurangi menjadi aliran data 1-bit. Fitur utamanya
adalah:
- sinyal analog didekati dengan serangkaian segmen
- setiap segmen dari sinyal didekati dibandingkan dengan gelombang analog asli untuk menentukan kenaikan atau penurunan amplitudo relatif
- proses keputusan untuk mendirikan kumpulan bit berurutan ditentukan oleh perbandingan ini.
3
- hanya perubahan informasi yang dikirim, yaitu, hanya peningkatan atau penurunan amplitudo sinyal dari sampel sebelumnya dikirim sedangkan kondisi tidak ada perubahan menyebabkan sinyal termodulasi untuk tetap berada di keadaan 0 atau 1 yang sama dari sampel sebelumnya.
Untuk
mencapai tinggi signal to noise rasio, delta modulasi harus menggunakan oversampling teknik, yaitu, sinyal analog adalah
sampel pada tingkat yang beberapa kali lebih tinggi daripada laju Nyquist . (Sumber: Model Transmisi Digital Modulasi
Delta, Iwan Handoyo Putro).
2.3. PRINSIP KERJA MODULASI DELTA
Gambar 1
Prinsip
kerja modulasi delta adalah pemancaran rentetan pulsa-pulsa dengan lebar-tetap,
yang polaritasnya menunjukkan apakah keluaran demodulator harus naik atau turun
pada masing-masing pulsa. Keluaran
dibuat naik atau turun oleh suatu tinggi langkah yang tetap pada masing-masing
pulsa. Gambar 2 memperlihatkan jalannya proses
pengolahan sinyal dengan modulasi delta
4
Gambar
2
Sinyal modulasi
m(t) dikenakan ke masukan yang
membalik (inverting input) dari sebuah penguat diferensial. Suatu versi yang disusun kembali dari sinyal m’(t) dikenakan ke masukan yang tak membalik
(non inverting input). Keluaran dari penguat diferensial diumpankan pada sebuah
komparator. Komparator akan berada dalam kejenuhan (saturation), baik positif maupun
negatif, tergantung pada polaritas dari tegangan
selisih antara sinyal-sinyal masukan dari
penguat diferensial.
Jadi keluaran akan sama dengan + / - 1, tanpa
memandang daerah di tengah yang dapat mempunyai dua arti. Modulator menerima
serentetan pulsa-pulsa unipoler pi(t) yang
berulang sesuai dengan laju pengambilan sampel yang dikehendaki dan memancarkannya
baik secara langsung untuk suatu masukan +1 atau membalikkan polaritas untuk
suatu masukan -1. Sinyal ini dipancarkan sebagai sinyal keluaran po(t) dan juga diteruskan ke sebuah rangkaian
integrator lokal. Integrator ini menyebabkan
m’(t) naik atau turun dengan suatu tinggi langkah yang tetap untuk
setiap pulsa + atau – yang sampai ke masukannya. Pada penerima, sebuah
regenerator membentuk kembali sinyal yang diterima dan menghilangkan sebagian
besar kebisingan. Sinyal kemudian dimasukkan ke sebuah integrator yang lain,
yang menyusun kembali m’(t), bentuk
gelombang tangga tersebut. Sinyal ini kemudian diteruskan lewat sebuah filter
low-pass untuk menghilangkan kebisingan kuantisasi, sehingga hanya akan
tertinggal sebuah replika (tiruan) m’’(t) dari sinyal asli. (Sumber :
Blogspot.beswandjarum.modulasidelta.com).
5
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
DESAIN SISTEM
3.1.1 BAGIAN PEMANCAR
3.1.1 BAGIAN PEMANCAR
Bagian
pemancar terdiri dari: penguat differensial, komparator, multivibrator,
integrator, penyangga dan pengirim optik. Gambar di bawah ini memperlihatkan
blok diagram pemancar.
Gambar 3
·
Penguat Diferensial
Penguat
differensial berfungsi untuk memperkuat selisih antara dua sinyal. Polaritas tegangan keluaran menjadi positif
apabila tegangan pada masukan membalik lebih negatif dari pada tegangan pada
masukan tak membalik, begitu juga sebaliknya.
·
Komparator
Komparator
yang dipakai pada bagian pemancar adalah sebuah komparator yang disusun dengan tugas
untuk mendeteksi sinyal pada masukan tidak membalik. Dengan demikian diharapkan keluaran komparator
sefase dengan input komparator.
6
·
Flip-Flop D
Flip-flop
D merupakan multivibrator bistabi yang masukan D-nya ditransfer ke keluaran
setelah sebuah pulsa lonceng diterima.
Flip-flop D yang dipakai disini adalah IC CMOS 4013. Tabel 2
memperlihatkan tabel kebenaran flip-flop D.
|
Clock
|
Data
|
Y
|
|
1
|
0
|
0
|
|
1
|
1
|
1
|
|
0
|
X
|
Keadaan Terakhir
|
X = Sembarang Data
·
Integrator
Integrator pada bagian pemancar dipakai untuk membentuk
sinyal tangga dari sinyal digital keluatran flip-flop D. Syarat yang harus
dipenuhi agar terjadi proses pengintegrasian adalah Pd << RC, adapun Pd
adalah periode satu pulsa masukan. Masukan tak
membalik integrator dihubungkan dengan catu
2,5 volt agar integrator mampu mendapatkan masukan dengan level logika
positif dan negatif.
3.1.2
BAGIAN PENERIMA
Bagian
penerima terdiri dari: penerima optik, integrator, low pass filter, dan penguat
audio.
Gambar 4
7
·
Penerima Optik
Penerima
optik berfungsi mengubah pulsa-pulsa optik infra merah menjadi pulsa listrik. Pengubahan
ini dilakukan oleh photo dioda yang akan menghantarkan arus jika persambungan
pn yang dipanjar terbalik terkena denyut cahaya infra merah.
·
Integrator
Integrator
yang digunakan pada bagian penerima harus
sama dengan yang dipakai pada bagian pemancar. Hal ini disebabkan
integrator pada bagian penerima harus bisa menghasilkan replika sinyal yang sama seperti dihasilkan oleh integrator
bagian pemancar.
·
Low Pass Filter
Low
pass filter berfungsi untuk meng-haluskan bentuk gelombang yang dihasilkan oleh
integrator. Low pass filter yang digunakan bekerja pada frekuensi cut off 1
KHz, karena dalam pengujian frekuensi sinyal input dibatasi pada frekuensi
tersebut.
·
Penguat Audio
Penguat
audio dipakai untuk agar sinyal hasil rekonstruksi dapat didengar oleh manusia.
Penguat audio dibangun dengan menggunakan IC LM 386 dengan penguatan yang dapat
diatur antara 20 sampai 200 kali.
3.2 APLIKASI MODULASI DELTA
Modulasi Delta
digunakan pada Sistem Bisnis Satelit atau SBS untuk port
suara untuk menyediakan layanan telepon jarak jauh untuk perusahaan domestik
yang besar dengan antar perusahaan komunikasi yang dibutuhkan (seperti IBM), sistem
ini di sepanjang tahun 1980. Port suara yang digunakan digital diimplementasikan 24kbit/s. Modulasi Delta dengan Kompresi
Suara Aktivitas atau VAC dan Suppressors Echo untuk mengontrol jalur gema
babak kedua melalui satelit. Mereka melakukan tes mendengarkan formal untuk
memverifikasi 24kbit/s.
8
Modulasi Delta dicapai kualitas suara penuh tanpa degradasi
discernable dibandingkan dengan saluran telepon berkualitas tinggi atau
64kbit/s. Awal pada tahun 1974 digunakan negara-of-the-art 24kbit/s. Modulasi
Delta dengan integrator tunggal dan compander Shindler dimodifikasi untuk
pemulihan keuntungan kesalahan. Hal ini terbukti memiliki kurang dari saluran
telepon kualitas pidato penuh.
Aritmatika
bit sebuah DAC tunggal dimiliki oleh semua enam port memberikan tegangan
membandingkan fungsi untuk modulator dan makan sampel dan tahan sirkuit untuk
output demodulator. Sebuah kartu tunggal memegang chip, DAC dan semua sirkuit
analog untuk antarmuka saluran telepon termasuk transformer.
3.3 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DARI MODULASI DELTA
3.3.1
Kelebihan dari Modulasi
Delta
Ø Rangkaian yang digunakan lebih
sederhana.
Ø Implementasi
modulasi delta yang sederhana.
Ø Sirkuit
elektronik yang dibutuhkan bagi modulasi pada bagian pengirim dan khususnya
lagi pada bagian penerima lebih sederhana daripada perangkat keras yang
dibutuhkan untuk ystem.
Ø Reproduksi
suara yang baik (voice bandwidth 4 khz).
Ø Kompresi
(pemampatan) data dapat ditingkatkan, contoh : ‘interframe coding’ untuk video.
3.3.2
Kekurangan dari
Modulasi Delta
Ø Modulasi
delta mempunyai karakteristik S/N yang kurang baik pada data rate yang sama.
Ø Teknik
Modulasi Delta membutuhkan oversampling untuk mendapatkan prediksi yang akurat
dari input berikutnya.(Oversampling berarti bahwa sinyal sampel lebih cepat
daripada yang diperlukan. Karena setiap sampel dikodekan mengandung jumlah sistem informasi yang kecil).
Ø Modulasi
memerlukan sistem
sampling yang lebih tinggi tingkat dari sistem.
9
BAB IV
PENUTUP
4.1
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan
dari makalah ini adalah :
·
Modulasi
Delta adalah suatu teknik konversi sinyal analog to digital dan digital to
analog yang digunakan untuk transmisi informasi suara.
·
Modulasi
Delta merupakan sebuah teknik modulasi sinyal input analog didekati melalui
fungsi tangga yang bergerak naik turun dengan satu level kuantisasi pada setiap
interval sampling.
·
Modulasi
Delta digunakan pada Sistem Bisnis Satelit atau SBS untuk port suara untuk
menyediakan layanan telepon jarak jauh untuk perusahaan domestik yang besar
dengan antar perusahaan komunikasi yang dibutuhkan (seperti IBM), sistem ini di
sepanjang tahun 1980.
·
Kelebihan dari Modulasi
Delta
Ø Rangkaian yang digunakan lebih
sederhana.
Ø Implementasi
modulasi delta yang sederhana.
Ø Sirkuit
elektronik yang dibutuhkan bagi modulasi pada bagian pengirim dan khususnya
lagi pada bagian penerima lebih sederhana daripada perangkat keras yang
dibutuhkan untuk ystem.
Ø Reproduksi
suara yang baik (voice bandwidth 4 khz).
Ø Kompresi
(pemampatan) data dapat ditingkatkan
untuk video.
·
Kekurangan dari
Modulasi Delta
Ø Modulasi
delta mempunyai karakteristik S/N yang kurang baik pada data rate yang sama.
10
Ø Teknik
Modulasi Delta membutuhkan oversampling untuk mendapatkan prediksi yang akurat
dari input berikutnya. (Oversampling
berarti bahwa sinyal sampel lebih cepat daripada yang diperlukan. Karena setiap
sampel dikodekan mengandung jumlahsistem
informasi yang kecil).
Ø Modulasi memerlukan sistem sampling yang
lebih tinggi tingkat dari sistem.
4.2 SARAN
·
Perlunya penelitian lebih lanjut diadakan terhadap
modulasi delta ini.
·
Sebaiknya pembahasan tentang modulasi delta ini,
digunakan sesuai dengan fungsi dan tujuannya.
11
DAFTAR PUSTAKA
Blog : Handoyo Iwan, P: “Model Transmisi
Digital Optik Isyarat Analog Dengan Modulasi Delta( September 2003 )
Stalling,
William.2011.Data Comunication&
Computer.penerbit : Salemba
Blog
: Andikayana ( Selasa, 06 mei 2008 )
Blogspot : beswandjarum modulasi delta (Maret 2007)
Blogspot : beswandjarum modulasi delta (Maret 2007)
iii
Tidak ada komentar:
Posting Komentar